FLEURRASTA ☮

Senja itu kata yang indah untuk menggambarkan semesta rasa, perpisahan sementara, atau perihal menanti.
Recent Tweets @
Posts I Like
Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan resiko ketidakhadiran.
#Milana
Seperti lukisan yang sangat indah, namun tak terjelaskan.
#Milana
Ada yang tiba-tiba menghilang seperti uang dirampas diskon, ada yang tiba-tiba datang seperti semut menemukan gula. Dasar, kamu.
fleurrasta
Pada langit senja yang kemerahan dengan hiasan awan hujan, semua akan terhenti tanpa ku akhiri.
fleurrasta

Selamat tanggal 21 Maret, teruntuk kamu teman setiaku. Jika tanggal lahirmu 20, mungkin kita akan menjadi teman yang akrab. Ah, dasar Pisces!

Malam ini aku membayangkan dirimu, jika saja kamu bisa menjelma dan turun ke bumi, imajinasiku berkata kamu ini lelaki hebat dengan tubuh yang berisi, mempunyai brewok tipis, penyuka music The Beatles, selalu memakai kaos hitam dan sepatu sneakers. Oh ya ada yang tertinggal, kebiasaan kamu yang selalu membaca koran jika perasaanmu sedang gundah. “Sebentar! jika kamu gundah, kamu akan membaca koran? ah, kamu tidak sedang becanda kan? Di luaran sana orang-orang jika gundah akan menuliskan nya pada situs jejaring sosial. Mengapa kamu membaca koran? Ah, kamu ini…”

Aku sempat berpikir kamu ini adalah sosok yang misterius, seolah kamu menyimpan kesedihan yang mendalam tapi tidak mau berbagi, bahkan seolah-olah kamu tidak-sedang-mengalami-apa-apa. Terlintas juga, kamu ini sepertinya lahir dari rahim yang penuh dengan kosakata. Kenapa aku berkata demikian? Karena jika kamu gundah, kamu akan membaca koran. Dan menurutku itu lucu. Hahaha.

Maaf jika aku menertawakanmu sampai-sampai kupu-kupu yang hinggap di taman pindah semua pada isi perutku. Haha. Haha. 

(((tidak ada yang lucu selain badut yang sedang menghibur anak kecil menangis)))

Aha! ini ada satu potong bolu meranti untukmu, boleh kita makan bersama? Tenang garpuku lebih kecil daripada kamu, jadi dipastikan potongan kamu lebih besar. Enak? Ini aku buatkan spesial untukmu. Hei, kamu tidak bertanya kenapa aku membuatkan bolu ini hanya satu potong?

(((kepadamu, wanitaku, bolu ini tak ada artinya jika dibandingkan dengan semburat senyum manismu. Kamu tau? satu potong bolu adalah sempurna dari yang paling sempurna)))


Kamu sudah terlalu renta, memegang gelas plastik ini saja tidak mampu. Aku sedih, aku takut kehilanganmu, dan jika harus kehilanganmu aku belum siap. Meskipun kita baru saling kenal.

(((percayalah, aku lebih baik mati terhunus oleh pedang panas daripada harus kehilanganmu. Dan percayalah, mengenalmu adalah kesalahan yang paling terindah dalam hidupku))

Selamat ulang tahun pria hebat nan renta, terima kasih karena berkat kamu imajinasiku berhambur kesana kemari mengelilingi hutan yang rimba hingga mendapati pada langit senja yang indah. Tak perlu kamu mati terhunus pedang panas, karena ada atau tidak kamu, kita masih bisa saling mengenal dalam alunan huruf yang beruntaian.

Aku mencintaimu, Puisi.

Alat ini bertugas untuk merekam semua kenangan yang telah terjadi, seperti halnya dengan cara kerja otak ku. Lagi dan lagi memutar kenangan bersamamu. Hasil jepret dari alat ini selalu diabadikan oleh setiap orang di sudut meja, sama halnya denganku. Setiap tutur kata, perilaku, dan apapun yang kamu berikan pada ku, selalu kuabadikan di sudut …….. hati ini.

Alat ini bertugas untuk merekam semua kenangan yang telah terjadi, seperti halnya dengan cara kerja otak ku. Lagi dan lagi memutar kenangan bersamamu. Hasil jepret dari alat ini selalu diabadikan oleh setiap orang di sudut meja, sama halnya denganku. Setiap tutur kata, perilaku, dan apapun yang kamu berikan pada ku, selalu kuabadikan di sudut …….. hati ini.

0 plays
Maliq & d'Essentials,
Mata Hati Telinga

:’)

chevyiskandar:

Sebuah film pendek yang tercipta di tengah kehidupan manusia yang terus berputar.. “Jadikan hidup kita bermakna dengan niat untuk-Nya” =)
Aku suka membaca ilustrasi hujan, ditemani secangkir susu coklat hangat, sembari menunggumu.
Jadilah wanita yang solehah, yang selalu ikhlas, tulus, kuat, tegar, dan tawakal dalam menjalani hidup ini.
Him
Kata siapa aku menyerah? Aku cuma diam-diam mendoakanmu.
monstreza
Dalam diamku, aku mengagumimu. Dalam doaku, aku mencintaimu.
fleurrasta

“Okey…. Satu lagu lagi bakal Enji puter buat kalian semua sahabat Peterpan yang sedang bersorak sorai karena sang vokalis sudah terbebas dari hukumannya. Cekidot, Semua Tentang Kita….”

Kicauanku masih terjaga dan mengudara di salah satu radio swasta yang terletak di Jln. Cihampelas, Bandung. Waktu masih menunjukkan pukul 14.00, kurasa terlalu cepat untuk memutar-lagu-galau-di-hari-Sabtu-ini. “Ah, tak apalah ya, toh ini kan lagi mengenang atas kepulangan Ariel” gumamku sambil menggigil karena ruang siaran yang AC-nya diatas normal.

Sabtu ini ceria, selesai siaran pukul 16.00 aku akan dijemput dan berbuka puasa dengan pacarku. Terdengar biasa saja, tapi tidak denganku. Kenapa? Karena pacarku cuek, cool, dan selalu sibuk dengan pacar keduanya yaitu, basket. Kendati demikian, aku tidak pernah mengeluh dengan sifat dia seperti itu, karena dibalik semua itu dia masih perhatian dan memberi kabar dimana dia sedang berada.

“Assalamu’alaikum, sudah beres siarannya? Aku tunggu di depan ya J

Beres closing, aku pamitan dengan bapak produserku yang super maha ganteng. Lalu kubuka tas untuk mengecek karena ada suara bunyi BBM. Dan…. yeayy! Ternyata dari calon imam-ku. Hehehe……

“Serukah siarannya, ukhti?”

“Seru sekali dong, bapak ustadku yang ganteeeeng. Hehe…”

“Mau kemana kita? Aku ngikut kamu aja deh..”

“Yakin ngikut aku? Hmm, kita coba café terbaru yang di Dago Pakar yukk..”

“Siapppp…”

Bandung sore itu tidak biasanya, bisa dibilang jalanan cukup kosong untuk hari Sabtu. Dan CRV silver-pun melaju dengan gagah dan cepat, se-gagah dia ketika sedang bermain basket dan se-cepat aku ketika berbicara di dalam ruang siaran. Tak sabar ingin sampai tempat tujuan dan tak sabar pula ingin bercengkrama dengan dia, duduk berdua saling berhadapan dan bercerita tentang kegiatan masing-masing. Mengingat terakhir kita betemu itu sebulan yang lalu.

“Assalamu’alaikum, dimarahi sama mama gak? Maaf ya sampaikan pada beliau kalau anak gadisnya pulang malam. Jangan lupa isya ..”

“Hei…Walaikumsallam.. gak dong kan aku udah minta izin hehe. Siap calon imamku! Kamu udah sampe rumah? Jangan lupa juga isya-nya”

“Aamiin Yaa Allah, Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin kalau kamu gak dimarahi. Aku sudah Isya. Yaudah langsung tidur ya, nanti aku bangunkan sahur. Wassalamu’alaikum….”

Begitulah percakapan singkat kami di BBM. Begitu pula dia yang selalu membuka percakapan “Assalamu’alaikum” baik di telepon, sms, dan bbm dan selalu menggunakan bahasa formal. Merasa aneh? Akupun demikian. Selama dengan mantan-mantanku aku tidak terbiasa mengucapkan salam, bahkan dengan orang tua sekalipun aku hanya mengucapkan salam di telepon saja, tidak di sms atau bahkan di bbm.

Aku dan dia sudah menjalani hubungan hampir 2 tahun, waktu yang sangat lama bagiku, mengingat selama ini rekor pacaran terlama adalah 1 tahun dengan mantanku yang di Bogor. Dia atlet basket; tinggi dan berat badan yang proporsional, dada bidang, hidung mancung dan paras yang tampan, baik, sopan terhadap kedua orangtuaku, dan sholeh. Point terakhir yang sangat kukagumi terhdap dia. Di benakku sempat terlintas “anak basket itu identik tebar pesona dan playboy” but heyyyy… semenjak aku bertemu dan mengenal dia, aku menghapus pikiran negatif dan berhenti men-judge terhadap anak basket. Dia berasal dari Aceh, sang papa asli Aceh dan sang mama asli Pontianak. Dari kecil dia sudah dididik tentang ilmu agama yang kuat, maka tak heran apabila dia merantau ke Bandung untuk melanjutkan kuliah, darah ke-sholeh-annya masih kuat dan kental.

——

“cynnnnn, seminggu lagi lo 2 taunan ya sama si ustad? Traktiiir gak mau tau, secara dia adalah pacar lo yang paling fenomenal diantara pacar lo sebelumnya yang sekarang udeh jadi mantan” teriak sahabatku yang tiba-tiba masuk ruang siaran. Ya sahabat-sahabatku memanggil dia dengan sebutan “ustad”, dan kenapa fenomenal? Karena selama ini belum ada mantanku yang sholeh nya seperti dia, dan rata-rata mantanku badboy. Hehehe…

Sore ini aku dan Sinta, sahabatku pergi ke sebuah Gor yang jaraknya lumayan jauh dari tempat siaranku. Aku akan melihat dia latihan basket untuk persiapan PON bulan Desember nanti.

“heh! Belum lo jawab yee pertanyaan gue di ruang siaran tadi. Jadi mau makan-makan dimane kite?” suara Sinta yang cempreng membangunkanku dari alunan musik Peterpan di dalam mobil.

“Berisik lo yee, gampanglah atur mau dimana. Yang pasti lo harus doain gue terus biar langgeng ama si bapak ustad. Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin. Gue udah capek pacaran, gue mau dia yang terakhir buat gue. Ceilee bahasa gue hahahha. Aamiin-in dong nyeett!!”

“jiirrr… sejak kapan lo jadi mamah dedeh gini? Hahhaha ngakak gue! Hebat euy si bapak ustad udah rubah lo 360 derajat gini…..”

“astagfirullah… gitu banget sih lo. Udah ah yuk turun, katanya mau ngeceng anak basket? Cabcuss cyynnnn….”

Tak terasa hubunganku dengan dia sebentar lagi akan menginjak 2 tahun. Ada rasa bangga di dalam diriku karena biasanya aku tidak pernah betah dengan laki-laki yang cuek dan super cool, tapi berbeda dengan dia, dia yang cuek dan cool tapi berhasil menenangkanku disaat aku sedang goyah. Perlahan aku coba untuk mengerti dan mulai kunikmati.

Tuhan, aku jatuh cinta dengan makhluk ciptaan-Mu. Jatuh cinta dengan ketampanan dia, jatuh cinta akan perlakuan dia terhadap wanita, dan jatuh cinta karena dia cinta agama. Subhanallah, apabila dia jodohku dan calon imamku, mohon berikan petunjuk kepada kami untuk menjalani hubungan ini ke jenjang yang lebih serius. Aamin Yaa Rabbal’aalamiin.

Untaian doa aku selipkan sehabis sholat shubuh, mengingat seminggu lagi aku dan dia akan merayakan hari jadi ke-2 tahun. Ah hebatnya aku, dan hey kamu terima kasih ya sudah mau menjadi teman hidupku selama 2 tahun ini….

——

Waktu terasa semakin berlalu, Tinggalkan cerita tentang kita

Akan tiada lagi kini tawamu, Tuk hapuskan semua sepi di hati

Ada cerita tentang aku dan dia, Dan kita bersama saat dulu kala

Ada cerita tentang masa yang indah, Saat kita berduka saat kita tertawa.

Alunan musik Peterpan berdendang di Café itu ketika kami sedang merayakan hari jadi ke-2 tahun. “Ahhh, melow banget sih lagunya. Gak tau sikon nih. Huhuuhu..” ucapku dalam hati.

“Hey, selamat 2 tahunan ya, gak kerasa hehehe.. semoga kamu selalu ada sampai ajal memisahkan kita ya. Jangan kayak lagu Peterpan yang lagi diputer di Café ini loh…”

“Kok ngomong gitu sih? Sedih tau lagunya. Kan kita lagi seneng-seneng. Huh kamu..”

“Gini-gini juga aku bisa bercanda kali. Pokoknya aku sayang kamu. Yaudah makan dulu yuk, nanti kita cari mesjid terdekat buat sholat isya bareng dan berdoa demi merayakan hubungan kita ini.”

Iya, se-simple ini kami merayakan hari jadi kami yang kedua. Gelak tawa, berbuka puasa dan shalat bersama. Tidak ada surprise, tidak ada kata-kata romantis yang dia lontarkan. Berbeda dengan sebelumnya apabila aku merayakan dengan mantanku, dinner romantis, surprise kecil alunan biola lagu kesukaan aku, dan hadiah.

——

Assalamu’alaikum, aku pamit ya selama 2 minggu. Ini juga demi karierku. Kamu baik-baik di Bandung, aku selalu percaya dengan kamu. Nanti sampai di Aceh aku kabari kamu.”

Pesan singkat aku terima ketika baru bangun dari tidur lelapku karena semalam kelelahan menggantikan siaran partner-ku di program “Sahur Ramadhan”. Sedih rasanya membaca pesan singkat itu. Rasanya baru aku menikmati “masa-masa romantis” dan merayakan hari jadi kemarin, dan sekarang sudah ditinggal selama 2 minggu untuk karantina mempersiapkan PON nanti bulan Desember. Kuhapus air mata ini lalu segera kubalas pesan singkat dia, “Hati-hati ya, kamu. Sedih banget ditinggal kamu 2 minggu, tapi tak apa kan demi karier kamu juga hehee.. Miss you already, mister!”

Hariku berjalan hampa, tidak ada sms, telepon, bbm dari dia. Bahkan sms dan bbm yang aku kirimpun belum dibalas dengan dia. “Apa di Aceh dia ketemu mantannya terus CLBK? Atau ketemu teman kecilnya lalu dia cinlok? Atau ada atlet basket cewek yang menarik perhatian dia? Hmm” Pikiran negatifku kambuh dan mulai menyelimuti rasa insecure.

Satu minggu berlalu dan belum ada kabar secuil-pun dari dia, dan tiba-tiba “Assalamu’alaikum, pasti kamu khawatir ya? Maaf membuatmu khawatir. Di karantina ini handphone dikumpulkan biar semua peserta fokus. Aku baik-baik saja. Merindu mu sangat”. Sms singkat dari dia membuat hariku tenang dan hatiku nyaman. Alhamdulillah dia baik-baik saja.

——

“Masih bareng Enji disini, untuk nemenin menu sahur kamu, bakal Enji puterin lagu dari Peterpan – Semua Tentang Kita buat sahabat muda semua. Cekidoooot….”

Sengaja kuputar lagu itu hanya untuk menepis rinduku pada dia yang sedang berjuang di Aceh. Ya semenjak kejadian Café-yang-memutar-lagu-Peterpan-di-kala-kami-sedang-merayakan-hari-jadi-ke-2, lagu Peterpan yang ini merasa sangat lekat dengan dia.

Dua minggu sudah berlalu, kupandangi layar handphone-ku berharap ada pesan singkat dari dia untuk segera mengabari kapan dan jam berapa aku menjemput di bandara. Tak sabar melihat dia datang lagi ke Bandung dan melanjutkan hari bersamanya. Ah, aku rindu sekali.

15 menit kemudian handphone-ku bergetar dan mendapati pesan singkat, “Assalamu’alaikum, Mirza sudah tidak ada. Mobil yang dia kendarai menuju Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh diterjang oleh sekawanan perampok jam 4 subuh dini hari. Mirza tertusuk clurit di bagian dadanya dan meninggal di tempat, sementara kawan lainnya mengalami kritis. Semoga kita semua ikhlas dan tawakal atas kejadian ini ya sayang. Innalillahi… - Umi –

Hatiku hancur berkeping-keping berharap itu bukan sms untuk diriku. Tangis darah memecah keheningan pagi ini. Seakan tidak percaya, tapi aku harus siap-siap menuju bandara untuk menjemput dia, menjemput jenazah kekasihku, Mirza Alamsyah.

Kemarin kita bertemu di ibu kota, berawal dari perbincangan formal menjadi non formal.

Kemarin kau mengajakku kenalan, berawal dari barter pin BB menjadi kisah yang kita buat.

Kemarin kau menghujaniku dengan voice note yang berisi suara merdu dan petikan gitar yang syahdu.

Kemarin kau menyanyikanku disaat aku suntuk, dan kau berhasil membuatku tidur pulas ditemani suara merdu dari bilik handphone-ku.

Kemarin kau menemaniku di kantor Imigrasi, dari subuh buta hingga matahari diatas kepala.

Kemarin dan kemarin dan kemarin kemarin lainnya sangat terekam di otakku. Tapi sayang, kemarin tinggalah kenangan yang hanya bisa dikenang tanpa bisa diulang lagi kehadirannya.

Pernah mengenal Pria Kemarin yang sungguh menyenangkan tapi berakhir menyedihkan? Ya, aku pernah.

Mengenalmu sungguh menyenangkan.

Mungkin pada saat itu kita ditakdirkan untuk bertemu karena hati kita sedang terluka dan butuh dihibur. Dia yang telah menyianyiakan keberadanku, dan Dia yang telah mengecewakan keberadaanmu. Kisah ini kita mulai berawal dari saling cerita tentang jiwa yang rapuh.

Cerita, celoteh, canda tawa, sampai panggilan kesayangan kita lalui pada saat itu. Iya, kamu gila, kamu heboh, kamu cerewet, kamu sinting, kamu-selalu-bikin-melting-kalau-nyanyi, ya dan tak lepas juga kamu egois. (Kalian akan tahu setelah ini kenapa aku bisa bilang dia egois)

GILA!

Ibarat-nya aku sudah mengenal dia sampai kolor yang dia pakai (mungkin). Dan bagi kalian anak jurusan Psikologi, mungkin anamnesa-ku terhadap dia bisa sampai 100 lembar (melebihi anamnesa laporan yang 10 lembar saja kita sudah mengeluh, karena merasa sulit)

Bisa kalian bayangkan kan betapa aku senang mengenal dia? betapa aku dan dia sudah merasa dekat? dan disebut teman juga bukan, karena apa yang kita lalui melebihi seorang teman. Disebut pacaran juga bukan, karena kita tidak pernah ada ikatan sekalipun. Bingung? Akupun :D

Tapi, itu berlangsung sementara ketika kau sudah kembali kepada pelukan Dia.

Aku tak tau akan keberadan itu dan kau pun tak memberi tau akan hal itu.

Waktu mengalir cepat, lambat laun akupun mengetahui sendiri bahwa kau sudah bukan seperti dulu lagi, ya dimana sekarang kau sudah bersama Dia yang dulu pernah melukai hati kau sampai rapuh. Tak ada komentar dariku, aku hanya berusaha diam dan pelan-pelan akan menjauh darimu. Bukan, bukan untuk meninggalkanmu, tapi hanya jaga jarak bahwa kita sudah tidak bisa sedekat dulu lagi. 

Kau protes dan tidak terima dengan apa yang akan kulakukan.

Seiring waktu, akhirnya kita masih seperti dulu. Tapi ada yang berbeda, dulu hanya ada aku dan kau, sekarang ditambah kau dan Dia.

Menjaga perasaan, ya aku selalu menjaga perasaanku untuk tidak boleh cemburu ketika kau bersama dengan dia, menjaga perasaan bahwa perasaanku harus dibatasi, tidak seperti dulu yang masih bebas. Begitupun dengan kau yang selalu menjaga perasaanku, ketika kau bersama dengan dia kau beritahu aku dulu untuk tidak menghubungi. SEBENARNYA JAGA PERASAAN AKU ATAU DIA? HAHAHA LUCU MEMANG.

Kita ini bagaikan sebuah rahasia yang sedang dirahasiakan dari siapapun. Mengerikan bukan? Makin kesini aku makin tersadar bahwa hubungan yang aku bina tidak sehat. Ini egois, kau menginginkan aku dan dia dalam kurun waktu yang sama. Tidak adil bagiku, begitupun tidak adil bagi dia.

Akhirnya kuputuskan aku yang pergi. Tak apa, mengalah bukan berarti kalah. Aku capek dengan semua ini, ditambah dengan Dia yang terlalu dini untuk mengenalku dan men-judge sesuka mulut dia. Umur lebih tua tapi kelakuan dibawah umurku. Poor you!

Sekarang kau sudah menjadi bintang dimana sudah banyak yang mengelukan sosok kehadiran kau di televisi. Menganggapku tak ada? atau tak pernah mengenalku? Tak apa, yang penting aku pernah mengenalmu sosok yang menyenangkan. Selamat sudah bisa mewujudkan cita-cita yang kau impikan dari dulu. Bangun suaramu lebih merdu lagi di belantika musik Indonesia ini. Jangan pernah untuk berhenti belajar. Doaku selalu menyertaimu.

Doa? bukankah doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT, dan jika ingin terkabul maka kita harus berdoa setiap saat. Begitu kan? 

Maka setiap aku selesai melakukan shalat aku selalu berdoa untuk kebaikan kamu, iya aku selalu berdoa agar kamu berpisah dengan Dia. Bukan berarti aku mengharapkan kamu untuk berpaling denganku. Aku yakin betul Dia bukan yang terbaik untuk kamu dan juga bukan calon ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak. Kamu pantas mendapatkan wanita sholehah lain selain Dia, wanita yang tidak pernah mengekang segala kegiatanmu, wanita yang tidak posesif berlebihan, dan wanita yang dewasa tentunya. Mudah-mudahan ada wanita terbaik yang disiapkan Allah SWT untuk kamu, ya. Simpel saja doaku, semoga Allah SWT mendengarkan.

:”“”“))))))))

Sekarang waktuku untuk mengenalmu sudah habis.

Saatnya aku beranjak dan berjalan ke depan untuk basuh air mata. 

Sejenak duduk, lalu berdiri tegak.

Berhenti menangis dan membakar semua kenangan bersamamu.

Lupakan saja aku dan jangan pernah kau kembali di sini.

Berlarilah karena kau akan segera kulupakan.

sukses selalu untuk kamu di belantika musik Indonesia. Selamat tinggal sampai waktu mempertemukan kita kembali di surga yang sangat indah. :”)